Banjir Menyapa Kota Pekanbaru

Banjir di Pekanbaru

Banjir memang menjadi masalah pelik di Pekanbaru. Ditengah bergeliatnya pembangunan kota tanpa disertai peningkatan dan perbaikan beberapa saluran penyaluran air (drainase) menjadikan kota Pekanbaru rentan terhadap banjir. Ditambah lagi dengan meningkatnya intensitas hujan di musim penghujan bulan Desember 2013 ini. Berdasarkan pemantauan penulis (06/12/13), akibat hujan deras yang berlangsung cukup lama, banyak daerah di Pekanbaru yang terkena banjir. Hal ini terlihat dari beberapa ruas jalan utama yang tergenang air, seperti di jalan utama HR Subrantas Panam, jalan Garuda Sakti dan jalan Kaharudin Nasution Marpoyan. "Hujannya deras, kira-kira mulai jam tiga pagi sampai jam lima lewat," ujar Eti, warga Marpoyan yang kedainya hampir tergenang banjir. 


Banjir di Jl. HR Subrantas Panam
Banjir Juga menyebabkan kemacetan lalu lintas. Akibat menurunnya laju kecepatan kendaraaan karena genangan air, terjadi penumpukan kendaraan yang cukup panjang. Hal Ini bisa dilihat dari penumpukan kendaraan yang ada di Jl. HR Subrantas Panam. Banjir dan sekaligus ketidaktertiban pengendara menyebabkan kemacetan hampir selama satu jam.

Selain kemacetan, banjir juga menyebabkan beberapa kerugian. Terutama bagi warga yang rumahnya tergenang banjir. Beberapa pedagang pun turut mengalami kerugian, selain aktivitas dagang mereka terhenti untuk sementara, beberapa barang dagangan juga ikut terkena banjir. "Barang dagangannya basah kena air, tapi untung gak terlalu banyak," ungkap Deni, seorang pedagang konveksi. Walaupun genangan air masih termasuk kategori dangkal 20cm hingga 30cm, Banjir tetap memaksa toko dan kedai untuk tutup sementara karena penyebaran air yang terlalu luas, terutama di daerah Panam.

Penurunan laju kendaraan di Jl. Garuda Sakti
Hingga siang hari, 9 jam lebih dari terhentinya hujan, air masih menggenangi pemukiman warga dan ruas-ruas jalan. Memang, kota yang memiliki jalan-jalan yang luas ini terlihat minim drainase. Ada ruas jalan yang drainasenya terputus, seperti di Jl. Kaharudin Nasution. Selain itu ada juga ruas jalan yang sedang mengalami pembangunan dan perbaikan drainase, seperti di Jl. Kartama. 

Genangan air bertahan selama 9 jam lebih
Pemerintah Pekanbaru sepertinya didesak untuk serius dalam menangani masalah ini. Diharapkan, kota yang yang dikenal sebagai ladangnya lowongan kerja ini dapat menjadi kota metropolitan sumatra yang terbebas dari banjir.(aamt)
Share

0 comments:

Post a Comment