Strategi Untuk Mempermudah Menghafal Alquran

"Menghafal Alquran sangat susah," ujar sebagian orang yang mungkin mengalami patah semangat dalam menghafal Quran. Tapi... janji Allah pasti lah benar, bahwa menghafal Alquran itu adalah perbuatan mulia yang telah dijamin kemudahannya untuk dipelajari dan dipahami. Sesuai dengan firman Allah pada surat Al Qamar, yang di ulang hingga 4x pada ayat 17, 22, 32 dan 40:

"Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Alquran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?"

Ayat di atas, jelas-jelas mengatakan bahwa Alquran telah dimudahkan oleh Allah untuk dipelajari. Mempelajari disini bisa diartikan membacanya, mencari pengetahuan didalamnya, hingga menghafalnya.

Taken from albesuty.blogspot.com
Menghafal Alquran adalah kegiatan mulia, yang memiliki segudang manfaat bagi penghafalnya. Secara umum, Penghafal Alquran dapat dibedakan menjadi dua tipe. Pertama, para penghafal yang mengikuti atau menerapkan program khusus dan menetapkan target hafalan. Mereka biasanya bergabung dalam suatu program khusus yang memang menargetkan untuk menghafal Quran sesuai dengan yang ditentukan. Para penghafal ini juga memiliki guru yang sudah ditentukan (resmi), baik ahli Quran (hafizh) atau alim ulama, yang akan membimbing dan mengarahkan para penghafal untuk mencapai target hafalan. Kebanyakan para penghafal ini berasal dari kalangan pelajar atau santri. Sedangkan yang kedua adalah para penghafal yang tidak mengikuti program tertentu dan tidak menetapkan target hafalan. Mereka menghafal Alquran sembari menjalankan aktivitas sehari-hari lainnya. Para penghafalnya ini tidak memiliki guru resmi dalam membimbing mereka, tetapi hanya ahli Quran yang dapat mereka mereka temui jika ada kesempatan. Kebanyakan para penghafal ini dalah dari kalangan pekerja.

Jika dilihat dari tipe penghafal Aquran yang sudah dijelaskan sebelumnya. Bisa jadi tipe pertama, memilki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dalam menghafal Alquran dibandingkan dengan yang kedua. Hal ini bisa terjadi karena perbedaan penerapan program, intensitas hafalan, bimbingan guru dan lainnya. Selain itu, juga terdapat kendala yang berbeda-beda yang dihadapi para penghafal, kendala ini bisa jadi bukan masalah yang berarti bagi tipe penghafal pertama, tetapi tidak dengan tipe penghafal kedua. Lantas, bagaimana cara atau strategi untuk mempermudah para penghafal dalam menghafal Quran? Berikut ini adalah beberapa cara atau strategi yang insya Allah dapat membantu mempermudah proses hafalan Alquran, terutama bagi para penghafal tipe kedua.

1.Gunakan teknik yang tepat dan menyenangkan. Disini penulis menggunakan metode repeat and action. Perhatikan gambar dibawah ini: 
taken from: rizkafitri.wordpress.com


Pada metode ini, penghafal bisa memilih 1 sampai 3 ayat lebih untuk dihafal lebih dahulu. Setelah merasa sudah menguasai, barulah melanjutkan ke ayat berikutnya. Tetapi jangan lupa untuk tetap mengulang membaca dari ayat 1 hingga ayat terakhir yang sudah dihafal, supaya terjadi keterikatan antar ayat.



Ada beberapa pertimbangan dalam menentukan jumlah ayat yang dihafal terlebih dahulu, bisa karena kesamaan bunyi akhir dari suatu ayat, panjangnya ayat, keinginan pribadi atau yang lainnya. Sebagai contoh, kita ambil surat Al-Ghasyiyah. Pada surat ini, kita bisa mengambil 1-5 ayat  terlebih dahulu, karena kesamaan bunyi akhir dari suatu ayat. Setelah menguasai, dilanjutkan dengan ayat ke 6 dan 7 juga karena kesamaan bunyi akhir. Kemudian dapat dilanjutkan dengan 8-10 dan seterusnya. tetapi sebelum itu ayat 1-7 di ulang kembali agar lidah terbiasa dan otak merespon dengan tepat dalam menghubungkan antar ayat.

Metode ini sangat efektif bagi para penghafal super sibuk, karena bisa dilakukan dimanapun dan saat melakukan apapun. Cukup membawa Alquran kecil, buku Quran (per juz), Quran MP3 dan lainnya. Metode ini persis seperti metode audio lingual yang banyak digunakan di dalam pembelajaran. Dalam metode repeat and action ini, penghafal dituntut untuk dapat terbiasa mengucapkan apa yang dihafalkan. Alhasil, tanpa respon dari otak, lidah akan sanggup melafalkan ayat-ayat. Tentunya untuk hasil yang terbaik, respon otak tetap perlu dilibatkan. Karena berfungsi sebagai pengontrol bacaan, jika suatu waktu ada pengucapan atau bunyi yang salah.

2.Mengenal aturan-aturan dalam membaca Alquran. Sangat penting sekali, karena hasil hafalan akan berbeda jika penghafal sudah memiliki pengetahuan mengenai aturan dalam membaca Alquran. Bagus memang, jika kita mempunyai keinginan untuk menghafal Alquran dengan pengetahuan Alquran yang apa adanya, tetapi lebih bagus lagi jika sebelumnya kita mengetahui dan menyadari beberapa aspek berikut ini, diantaranya:
  1. Harakat: Tanda baca dan panjang pendek huruf.
  2. Makhraj: Perbedaan bunyi huruf. Contoh tsa, sa, dan sya.
  3. Tajwid: Tata cara bacaan Alquran.
Kita ambil contoh surat Al-Fatihah. Siapa umat muslim yang tidak hafal surat yang satu ini. Surat ini dapat dengan mudah dihafal karena sering diulang-ulang dalam salat. Seperti itu juga dengan penulis, yang sudah menghafal Al-Fatihah sejak kecil tetapi saat itu belum paham mengenai aturan-aturan dalam membaca Alquran. Setelah beranjak paham. Terasa sekali hafalan Al-Fatihah yang penulis dapatkan banyak yang tidak tepat, terutama bagian makhrajnya. Pertama yang penulis sadari adalah bunyi huruf Alif dan 'Ain. Dulu penulis berpikir bahwa kedua huruf ini sama jika dibaca, padahal kedua bunyi huruf tersebut jelas berbeda. Dimana huruf Alif berbunyi 'a' dengan jelas sedangkan 'Ain dibunyikan dengan ada penekanan pada daerah pertengahan tenggorokan. Di Al-Fatihah sendiri terdapat ada 6 huruf 'Ain, di ayat 2, 5 dan 7.

Selain itu ada juga beberapa huruf yang terdengar sama tetapi beda dalam membunyikannya dan mungkin sering terabaikan, yaitu Sin dan Shod (terutama pada sukun), Ha dan Ha. Pada Sin sukun, dibunyikan sebagaimana bertemu huruf 'S' biasa (contoh: Mustaqim), sedangkan pada Shod, dibunyikan lebih tebal (contoh: Ihdinash). Untuk huruf Ha, bunyi dibedakan menjadi 2. Huruf Ha sesudah Jim dibunyikan di pertengahan tenggorokan. Bunyi ini seolah-olah menimbulkan efek pedas. Sedangkan huruf Ha sesudah Waw dibunyikan dipangkal tenggorokan sehingga berbunyi sebagaimana Ha biasa.

Terakhir, di Al-Fatihah ada juga huruf Ta, yang dibunyikan secara hams (berdesis) dan huruf Dhod yang dibunyikan secara tebal.

Dari contoh di atas, ternyata harakat, makhraj dan tajwid sangat berpengaruh pada kualitas dan ketepatan hafalan.  Diharapkan dengan mengetahui 3 aspek ini, hafalan yang didapatkan akan lebih sempurna.

3.Mempersiapkan dan memilih 1 mushaf Al-Quran atau buku Quran (per Juz) yang khusus digunakan untuk menghafal. Maksudnya, penghafal disarankan untuk tidak mengganti-ganti Alquran atau buku Quran yang dipakai dalam menghafal. Ini sangat berpengaruh sekali, karena ternyata mata juga ikut menghafal apa yang dilihat. Dengan kata lain, mata juga membantu proses hafalan. Hal ini terbukti pada penulis sendiri. Ketika mencoba menghafal surat An-Naba penulis menggunakan 2 buku Quran (Juz Amma) yang berbeda. Ternyata dalam merangkaikankan ayat, penulis mendapati kesulitan, karena di Juz Amma yan satunya ayat tersebut berada di posisi atas, sedangkan di Juz Amma satunya lagi, ayat tersebut berada di bawah. Jadi, ayat yang sama dengan posisi yang berbeda dapat mengaburkan otak dalam merangkai dan menghafalkannnya.

4.Menghafal sambil beraktifitas. Menghafal tidaklah harus saat duduk tenang dengan kondisi sekitar yang hening. Menghafal sembari melakukan aktifitas juga memberikan pengalaman unik tersendiri. Tentukan aktifitas yang baik dan dibolehnya menyebut nama Allah didalamnya. Contohnya: berjalan kaki, naik kendaraan, menyetrika dan lainnya. Karena tidak ada yang bisa menjamin kapan kita siap untuk duduk tenang di tempat yang tepat dalam menghafal, menghafal sambil beraktifitas dapat menjadi solusi jitu bagi pengahafal yang sper sibuk.

CERITA: Nasi Bungkus Ibu

Nasi Bungkus Ibu

Ibu Neti hidupnya sedikit kurang beruntung. Dia ditinggal mati oleh suaminya dan harus berjuang memenuhi kebutuhan keluarga hanya dengan menjadi seorang buruh cuci. Ditambah lagi, kakinya pincang sejak lahir, menjadikan banyak orang yang mengejeknya, dan ternyata menjadi hal yang mempersulit ibu Neti dalam mencari pekerjaan. Sulit memang, mencari pekerjaan selain buruh cuci karena hanya itu yang dirasakan ibu Neti, sanggup dia kerjakan. Bersama dengan seorang anak lelakinya yg menginjak dewasa, Ibu Neti hidup dengan sangat sederhana dan tinggal di sebuah kontrakan. Dulu, dia bersama suaminya belum sanggup untuk mendapati sebidang tanah dan sebuah rumah. Karena memang, hidup mereka begitu berat dan sulit.
            Sang anak, Abdisetia Aula, yang biasanya dipanggil Awu dengan lembutnya oleh ibu Neti, cukup beruntung.

Banjir Menyapa Kota Pekanbaru

Banjir di Pekanbaru

Banjir memang menjadi masalah pelik di Pekanbaru. Ditengah bergeliatnya pembangunan kota tanpa disertai peningkatan dan perbaikan beberapa saluran penyaluran air (drainase) menjadikan kota Pekanbaru rentan terhadap banjir. Ditambah lagi dengan meningkatnya intensitas hujan di musim penghujan bulan Desember 2013 ini. Berdasarkan pemantauan penulis (06/12/13), akibat hujan deras yang berlangsung cukup lama, banyak daerah di Pekanbaru yang terkena banjir. Hal ini terlihat dari beberapa ruas jalan utama yang tergenang air, seperti di jalan utama HR Subrantas Panam, jalan Garuda Sakti dan jalan Kaharudin Nasution Marpoyan. "Hujannya deras, kira-kira mulai jam tiga pagi sampai jam lima lewat," ujar Eti, warga Marpoyan yang kedainya hampir tergenang banjir. 


Banjir di Jl. HR Subrantas Panam
Banjir Juga menyebabkan kemacetan lalu lintas. Akibat menurunnya laju kecepatan kendaraaan karena genangan air, terjadi penumpukan kendaraan yang cukup panjang. Hal Ini bisa dilihat dari penumpukan kendaraan yang ada di Jl. HR Subrantas Panam. Banjir dan sekaligus ketidaktertiban pengendara menyebabkan kemacetan hampir selama satu jam.

Selain kemacetan, banjir juga menyebabkan beberapa kerugian. Terutama bagi warga yang rumahnya tergenang banjir. Beberapa pedagang pun turut mengalami kerugian, selain aktivitas dagang mereka terhenti untuk sementara, beberapa barang dagangan juga ikut terkena banjir. "Barang dagangannya basah kena air, tapi untung gak terlalu banyak," ungkap Deni, seorang pedagang konveksi. Walaupun genangan air masih termasuk kategori dangkal 20cm hingga 30cm, Banjir tetap memaksa toko dan kedai untuk tutup sementara karena penyebaran air yang terlalu luas, terutama di daerah Panam.

Penurunan laju kendaraan di Jl. Garuda Sakti
Hingga siang hari, 9 jam lebih dari terhentinya hujan, air masih menggenangi pemukiman warga dan ruas-ruas jalan. Memang, kota yang memiliki jalan-jalan yang luas ini terlihat minim drainase. Ada ruas jalan yang drainasenya terputus, seperti di Jl. Kaharudin Nasution. Selain itu ada juga ruas jalan yang sedang mengalami pembangunan dan perbaikan drainase, seperti di Jl. Kartama. 

Genangan air bertahan selama 9 jam lebih
Pemerintah Pekanbaru sepertinya didesak untuk serius dalam menangani masalah ini. Diharapkan, kota yang yang dikenal sebagai ladangnya lowongan kerja ini dapat menjadi kota metropolitan sumatra yang terbebas dari banjir.(aamt)

LAGU: Pekanbaru

Pekanbaru

Lagu dan lirik oleh Aam Tanjung
taken from greatescapejournal.wordpress.com

Di sini aku berdiri
Menjejaki kaki ini
Berhiaskan warna pelangi
Di kota tercinta ini
Meski dini, ku kenali
Tapi akan slalu di hati

Di sini aku berdiri
Menjalani hari-hari
Dengan penuh semangat pasti
Di sini aku berlari
Gapai semua cita dan asa

CONDITIONAL TYPES: Kalimat Pengandaian

Mempelajari, terlebih lagi mengajarkan kalimat pengandaian memang gampang-gampang susah. Secara umum, kalimat pengandaian dalam bahasa Inggris, terbagi menjadi 3 tipe utama, yaitu tipe 1 (pengandaian masa yang akan datang dan sangat mungkin terjadi), tipe 2 (saat ini; dan hampir tidak mungkin terjadi) dan tipe 3 (masa lampau; dan sangat tidak mungkin terjadi). Biasa nya pelajar, bahkan pengajar pun akan menemukan kesulitan ketika menghadapi kalimat pengandaian tipe 2 dan 3, dikarenakan tingkat grammar yang lebih sulit dan memiliki makna kebalikan dari keadaan sebenarnya.
Bisa jadi mereka ingat dan paham saat ini, tetapi itu tidak berlangsung lama. Padahal kalimat pengandaian dalam bahasa Inggris, sangat penting digunakan dan sering dikeluarkan dalam berbagai bentuk ujian bahasa Inggris .(written by alfatih23.blogspot.com) Oleh karena itu, disini penulis akan membagikan 'kunci', bagaimana menaklukan conditional types dengan baik dan mudah, berdasarkan pengalaman dari penulis sendiri.

LAGU: Pesona Natuna


Pesona Natuna

Lagu dan Lirik oleh Aam Tanjung

Pesona Natuna
Gerbang utara Indonesia
Alam dan budaya
Menyatu jadi primadona
          O o di Natuna
          Semua di Natuna
Sedanau Serasan
Hingga tiba di kota Ranai
Senyum nan menawan
Dari bumi sejuta pesona

NATUNA: The Beauty of Indonesia

Welcome to Natuna



Natuna Islands is a regency of Riau Island Province. This regency is located 600 km from the northeast of Singapore and 1100 km from the north of Jakarta. This place is one of the north-est area of Indonesia which is bordered with Vietnam and Cambodia to the north, Bangka Belitung and Jambi to the south, Singapore and Malaysia to the east and Serawak and West Kalimantan to the west. This strategic position makes Natuna become international shipping line.


Geography

Mount Ranai
Natuna is located geographically in northern part of Indonesia, with 2’ until 5’ north latitude and 104’ and
110’ east longitude. Natuna has 2009.04 km2 in width which consists about 272 main islands and small islands around South Chinese Sea. They are Bunguran island, Subi island, Laut island, etc. Among these islands, only 76 islands have population, meanwhile the left 195 islands are not so.
Based its physical condition, Natuna regency is surrounded by hill and rocky mountain. The low parts or valleys can be found near of the beach. The height among the areas is varied, 3 meter up to 1035 meter (top of Ranai). Generally, the soil structures consist of granite and alluvial and/or also organosol and gley.
The capital city of this regency names Ranai, which is located in Bunguran Island. So many tourism objects that visitor can find when visiting this place. There are Ranai Mount, located near of capital city; Stress beach, well-known with its uniqueness; Natuna Great Mosque, called as Taj Mahal replica; many others. Then, for shopping, visitor can visit Natuna’s Mall (Ranai City Market) and other shopping centres.

People

According to census data of population in 2010, Natuna had 69.319 people, which male’s ratio is higher than woman. (35.780:33.449). This number increased by the year of 2012 became 76.606 people. Then, Wikipedia has listed that the composition of Natuna’s ethnic is varied. This variation has Melayu as dominant ethnic with 85%, followed by Javanese with 6%, Chinese 3%, etc.

Economic

Not only strategic, Natuna is also rich with its natural resources which have not been managed yet by the government and resident. Moreover, this place is surrounded by seas that make Natuna produces so many fish to sell and export. Predictably, Natuna can produce fish up to 1 million ton per year, but only 36% has been exploited. From its agriculture and farm sector, Natuna produces cassava, coconut, rubber, oil palm, clove, etc.
Furthermore, tourism objects also affect Natuna economically. There are so many tourism objects here, such as beach, mount, waterfall, cave and also absolutely its culture.

Season

The season of Natuna is considerably affected by wind direction. Dry season usually happens on March until July. Averagely, Natuna’s rainfall is about 137.6 millimeter, with humidity 83.17% and temperature 27.10 Celsius. The season also causes marine sector cannot be explored effectively. It is only for half year, the season cooperates with human, the left one will be impeded people for doing activity in the sea. It makes fishermen stop doing their activity and choose farming to survive.

Beach

Natuna islands have tremendous beautiful scene which the beaches are still naturally protected. There are many beaches with its potentiality as tourism object, such as Alif Stone, Tanjung, Sebagul, Teluk Selahang, Sisi, Stress, etc. Some of locations have its special function, from snorkeling area and diving until turtle conservation.
Alif Stone
Then, one of the most beautiful places visited in Natuna is Senoa Island. This island is also well-known with its beach which can be accessed by using Pompong (small machine vessel) for half hour. This island is also called as Preggy Lady Island, because physically this island looks like a pregnant woman laying in the sea .In this island, visitor also can find turtles which stay to spawn and walk around the sand’s island. Then, there is also cave which becomes the habitat of swallow birds.

Kekah Natuna

This regency also becomes a place for endemic animal which is usually called “Kekah” (Presbytis Natunae). This animal is a species of primates which threats to be extinct. Kekah only lives and grows in Bunguran Island, they spread in Sintu mount, Ranai mount and Ceruk mount. This kind of primates has unique appearance. The body is covered by black thick fur, followed by white fur across the black which makes this animal looks like wearing white vest. Then, in the face, white and grey furs surround the eyes. So, it makes them look like wearing glasses.
Kekah is herbivore animal, this primate really like eating fruits, leaves, tubers. They are also live in group and have shy characteristic. So human tends difficult to be closed around them. But if this animal tame from early age, they will be so friendly with their mate. If lucky, visitor can find them in the streets near forest.

Transportation

To reach the capital city of Natuna, visitor can use air transportation. This flight can be accessed from Hang Nadim, Batam and it needs an hour 30 minutes with tariff about 800.000 rupiah. Another way to reach Natuna is by using ship. It can be accessed from Kijang Harbour, Tanjung Pinang, Riau islands which costs about 200.000 rupiah.

Rerefences:
1.http://natuna.org/
2.http://www.kemendagri.go.id/pages/profil-daerah/kabupaten/id/21/name/kepulauan-riau/detail/2103/natuna
3.http://natuna.enjoybatam.com/id/how-to-get-to-natuna/

Kerja di KEMENLU dan PBB, Mau?

STAFF ADMINISTRASI KEMENLU DAN PBB

Persyaratan
  • Warga Indonesia
  • Usia maksimal 32 tahun
  • Minimal lulusan S1 (tidak mensyaratkan pengalaman kerja)
  • Lancar berbahasa Inggris / Prancis, lisan dan Tulis (atau bahasa resmi PBB lainnya: Rusia, Arab, Cina, sebagai nilai tambah)
  • Bersedia ditempatkan di kantor PBB manapun.

Beasiswa Surya University

SCHOLARSHIP AND STUDENT LOAN PROGRAM
Program Beasiswa dan Program Pinjaman pendidikan

Surya University menawarkan kemudahan pembayaran biaya studi melalui program Student Loan bekerjasama dengan Bank dan Perusahaan Sponsor dimana seluruh mahasiswa Surya University baik program Reguler ataupun Beasiswa wajib mengikuti program Student Loan tersebut.

Skema Biaya Studi

1.Program Reguler : Rp.156.000.000,- meliputi :

  • a. Biaya fasilitas Rp.12.000.000 (meliputi biaya untuk komputer tablet + Seragam almamater+Wisuda)
  • b. Biaya studi Rp.144.000.000,- (Rp.3.000.000,- x 48 bulan)
     

NATUNA: Mutiara Utara Indonesia

Selamat Datang di Natuna


Taken from tribunnews.com
Kepulauan Natuna terletak 600 km sebelah timur laut Singapura dan 1100 km sebelah utara Jakarta. Natuna adalah salah satu kabupaten di propinsi Kepulauan Riau. Posisi Natuna merupakan salah satu wilayah paling utara Indonesia. Di sebelah utara, Natuna berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja, di selatan berbatasan dengan provinsi Jambi dan Bangka Belitung, di bagian barat dengan Singapura dan Malaysia, sedangkan di bagian timur berbatasan dengan Malaysia Timur (Serawak) dan provinsi Kalimantan Barat. Posisi ini sangat strategis, sehingga menjadikan Natuna berada pada jalur pelayaran internasional Singapura, Hongkong, Jepang dan negara lainnya.

Geografis

Secara Geografis Kabupaten Natuna terletak di belahan Utara Indonesia tepatnya antara 2º Lintang Utara – 5º Lintang Utara dan 104º Bujur Timur – 110º Bujur Timur. Luas Wilayah daratan Kabupaten Natuna adalah 2.009,04 km2 yang mana terdiri dari sekitas 272 pulau besar dan kecil yang tersebar di perairan Laut Cina Selatan diantaranya pulau Bunguran (pulau terbesar), pulau Subi, pulau Laut dan lainnya. Dari 272 pulau tersebut, hanya 76 pulau atau 28% yang telah di huni, sedangkan 195 atau lebih kurang 72% pulau lainnya masih belum berpenghuni.
Berdasarkan kondisi fisiknya, kabupaten Natuna merupakan tanah berbukit dan bergunung batu, Dataran rendah dan landai banyak di temukan dipinggir pantai. Ketinggian wilayah antara kecamatan cukup beragam, yaitu berkisar antara sampai +-3 sampai dengan +-1.035 meter (puncak Ranai) dari permukaan laut. Pada Umumnya struktur tanah terdiri dari batuan yang tanah dasarnya mempunyai bahan dasar granit dan alluvial serta tanah organosol dan gley humus.

Ibukota Kabupaten

Mount Ranai
Ibukota dari kabupaten Natuna adalah Ranai yang terletak di Pulau Bunguran. Banyak sekali objek wisata yang bisa dikunjungi di kota ini, yaitu gunung Ranai, yang posisinya sangat dekat dari kota, Pantai Stress, dengan keunikan namanya, Masjid Agung Natuna, yang terlihat laksana replika Taj Mahal dan masih banyak yang lainnya. Kemudian, untuk keperluan berbelanja, para pendatang ataupun wisatawan dapat mengunjungi Mall Natuna (Ranai City Market) dan sentra belanja lainnya.

Penduduk

Natuna's Regent and Melayu Culture
Penduduk Kabupaten Natuna bedasarkan data sensus penduduk 2010, berjumlah 69.319 jiwa, dengan ratio jenis kelamin pria (35.780) lebih tinggi dari wanita(33.449). Jumlah ini meningkat hingga tahun 2012 menjadi berjumlah 76.606 jiwa. Berdasarkan data yang diambil dari Wikipedia, Komposisi etnis di Kabupaten Natuna sangat beragam. Keberagaman ini didominasi oleh etnis Melayu (85%), diikuti Jawa (6%), Tionghoa (3%) dan lainnya.

Ekonomi

Selain letaknya strategis kawasan Pulau Natuna dan sekitarnya pada hakikatnya di karunia serangkaian potesi sumber daya alam yang belum dikelola secara memadai atau ada yang belum dikelola sama sekali. Kabupaten Natuna wilayahnya dikelilingi oleh laut dalam. Dengan posisi dikelilingi laut luas, Natuna menjadi terpencil, serta minim fasilitas sosial dan fasilitas umum. Kekayaan laut Natuna diperkirakan dapat menghasilkan lebih dari satu juta ton ikan per tahun. Namun, saat ini baru 36% saja yang termanfaatkan. Pertanian dan perkebunan seperti ubi-ubian, kelapa, karet, sawit, dan cengkeh.  Sedangkan objek wisatanya meliputi wisata bahari seperti pantai, pulau, selain itu wisata gunung, wisata air terjun, wisata gua dan wisata budaya.

Musim

Iklim di Kabupaten Natuna sangat dipengaruhi oleh perubahan arah angin , musim kemarau biasanya terjadi pada bulan Maret sampai dengan bulan Juli. Curah hujan rata-rata berkisar 137,6 milimeter dengan rata-rata kelembapan udara sekitar 83,17 persen dan temperatur berkisar 27,10 Celcius. Minimnya pemanfaatan potensi laut juga karena pengaruh musim yang hanya ramah selama enam bulan saja. Selebihnya, saat angin utara datang, laut di sekitar Natuna menjadi ganas dan para nelayan memilih berkebun sebagai lahan menyambung hidup.

Pantai

Gugusan Kepulauan Natuna juga memiliki pemandangan yang indah, dengan panorama pantai yang masih terjaga keasriannya. Pengunjung dapat menemukan wisata pantai, seperti Alif Stone, Pantai Tanjung, Pantai Sebagul, Pantai Teluk Selahang, Pantai Setengar, Pantai Sisi Serasan, Pantai Stress dan sebagainya. Sejumlah lokasi bahkan menjadi tempat favorit bagi penggemar snorkling, pengamat habitat penyu, dan pecinta wisata bawah air.

Alif Stone

Kemudian pengunjung juga dapat mengunjungi Pulau Senoa dengan menggunakan pompong dan perjalanan ditempuh sekitar 30 menit. Bila dilihat dari fisiknya, bentuk Pulau Senoa menyerupai ibu hamil yang sedang berbaring di atas laut. Karena itu, Pulau ini kerap disebut dengan Pulau Ibu Hamil oleh penduduk setempat. Di Pulau Senoa, pengunjung akan menemukan penyu yang berkeliaran dengan bebas di pinggir pantai. Di Pulau ini juga terdapat sarang burung walet di sejumlah gua.

Kekah Natuna.

Di Natuna, pengunjung juga dapat menemui salah satu spesies kera langka yang biasa disebut dengan nama 'kekah' (Presbytis Natunae). Kekah Natuna hanya hidup dan berkembang di Bunguran seperti di kawasan Gunung Sintu (Pian Tengah, Sepang, Seberang), gunung Ranai, dan Gunung Ceruk. Bentuk kekah sangat unik dan lucu, tubuhnya diselimuti oleh bulu-bulu hitam tebal yang diselingi dengan warna putih pada bagian dada hingga kelihatan seperti mengenakan rompi putih dan pada bagian wajah. Mata kekah dikelilingi kulit berwarna putih dan abu-abu. Mereka terlihat seperti mengenakan kacamata. Seperti jenis-jenis kera lainnya, Kekah yang pemakan buah-buahan, dedaunan, dan umbi-umbian ini juga hidup berkelompok dan agak sulit didekati karena sifatnya yang sedikit pemalu, jika di pelihara hewan ini bisa jadi sangat 'manja' kepada pemiliknya. Bila beruntung, Anda dapat menemukannya di jalan raya dalam perjalanan menuju pelabuhan Selat Lampa, Kecamatan Pulau Tiga, Natuna.

Transportasi.

Untuk mencapai ibukota Kabupaten Natuna (Ranai), pengunjung dapat menggunakan transportasi udara yang melayani penerbangan dari Batam ke Ranai dan sebaliknya. Perjalanan dengan pesawat (maskapai Wing Air dan Sky Aviation) ini biasanya memakan waktu selama kurang lebih 1 jam 30 menit. Harga tiket pun berkisar 800 ribu-1 juta rupiah. Selain itu, pengunjung dapat juga menggunakan jalur transportasi laut dengan kapal Pelni dari Pelabuhan Kijang, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, dengan harga tiket berkisar 200 ribu rupiah.

Refensi:

Introduction to Russian Alphabet

The Russian Alphabet

The Russian alphabet is derived from the Cyrillic alphabet (pronounced si-'ri-lik). In turn, the Cyrillic alphabet was developed at the Preslav Literary School in the First Bulgarian Empire in the 9th century. It was later formalized by a Greek monk St. Cyril. The contemporary Russian alphabet consists of 33 letters, some of which were borrowed from Greek and Hebrew.
     You will find it relatively easy to get started with the Cyrillic alphabet because many letters remind those in English. There are six exact sound and look-alikes (A, E, K, M, O, T) while many other Russian letters are similar to their English counterparts by either how they look or sound. However, keep in mind that Russian and English sounds are never absolutely identical and only constant practice will help you acquire the perfect Russian accent.
  The Russian alphabet is traditionally listed in the order from A to Я. To help you learn the alphabet faster, we have grouped the letters by look and sound and compared them with their English counterparts below.

Letters grouped by form and pronunciation
Russian alphabet (Cyrillic alphabet)

Reference: